Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Peluang Usaha Buah Organik


PROSPEK USAHA

Strawberry hasil pengembangan organik ini memang berbeda. Secara kasat mata, strawberry organik warnanya lebih cerah walaupun ukurannya sama dengan strawberry hasil pemupukan dan pestisida kimia. Rasanya lebih manis, dan tahan sampai empat hari, beda dengan yang pakai kimia, yang hanya tahan tiga hari. Oleh karena itu harganya bisa mencapai Rp 40.000 per kilogram, lebih tinggi ketimbang strawberry non organik yang dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Kualitas yang baik  dan harga jual yang tinggi dengan biaya produksi kecil menjadikan komoditi ini memiliki peluang yang bagus.


Pemakaian unsur alami pada tanaman strawberry ini secara tidak langsung juga menjaga nilai ekologis terhadap lahan. Bukan hanya meningkatkan perekonomian petani saja, tapi juga menciptakan kondisi lahan yang terus berkelanjutan.
 
TIPS KEBERHASILAN USAHA
                Agar strawberry yang dihasilkan benar-benar organik maka pemupukan harus menggunakan pupuk organik. Apabila dipasaran kurang tersedia pupuk organik seperti pestisidda, insektisida atau  fungisida organik maka dapat digunakan Produk NASA. Untuk luas lahan 600 m2 gunakan 2 pak GLIO 100 gram.
                Untuk pemupukan dasar 250 gram POP SUPERNASA + 200 gram GLIO + NPK Mutiara 25 kg, Petroganik 2 sak,dicampur secara merata lalu disebarkan ke lahan.
               
                Untuk penyemprotan gunakan 3 tutup POC NASA + 3 tutup HORMONIK + 1 tutup AERO 810 + 2 sdm POWER NUTRITION per-tangki 15 liter, disemprotkan 2 minggu sekali
                Untuk penanggulangan hama memakai 2 tutup PENTANA + 5 tutup PESTONA disemprotkan dua minggu sekali,selang seling dengan pemupukan.             
Disamping antihama pabrikan, beberapa petani Ciwidey menggunakan ramuan pestisida hayati sendiri yang biayanya lebih murah, yang disebut Formula Organik Plus, dengan bahan, antara lain: berupa air seni kelinci, terasi, buah nanas muda, dan sabun colek

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

            Pada musim hujan produksi bisa turun drastis
            Biaya perawatan yang dikeluarkannya tak kecil. Sekitar Rp 450.000 tiap kali perawatan, dengan rincian Rp 250.000 untuk biaya tenaga kerja dan Rp 200.000 untuk obat-obatan.
            untuk perdagangan internasional diperlukan sertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang kredibel yang didukung oleh laboratorium terakreditasi.
            Rentan terhadap penyakit:

            1) Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
Gejala : bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.

            2) Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
Gejala : buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian: dengan fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.

            3) Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
Gejala: (1) buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh; (2) di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam. Pengendalian : membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik dan budidaya dengan mulsa plastik.

            4) Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)
Gejala : jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.

            5) Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
Gejala : bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.

            6) Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)
Gejala : Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. Pengendalian kimia dengan fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.

            7) Bercak daun
Penyebab : (1) Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae, Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih; (2) Pestalotiopsis disseminata, Gejala : bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur; (3) Rhizoctonia solani, Gejala : bercak coklat-hitam besar pada daun. Pengendalian kimia dengan fungisida bahan aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB21.

            8) Busuk daun (Phomopsis obscurans).
Gejala : noda bulat berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. Pengendalian: dengan Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.

            9) Layu vertisillium (Verticillium dahliae)
Gejala : daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati. Pengendalian : melalui fumigasi gas dengan Basamid-G.

            10) Virus
Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau. Gejala : terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil. Pengendalian : menggunakan bibit bebas virus, menghancurkan tanaman terserang, menyemprot pestisida untuk mengendalikan serangga pembawa virus. Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yang sakit. Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.

TEKNIS MELAKUKAN USAHA

SYARAT PERTUMBUHAN
        Lama penyinaran matahari 8 - 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C - 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C - 5°C dengan kelembaban udara 80% - 90%. Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl

        PENGOLAHAN LAHAN
        Sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.

        PEMBENTUKAN BEDENGAN
        Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 - 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.

        PENGAPURAN
        Berikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.

        PEMUPUKAN DASAR
        Taburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. POC NASA disiramkan 30-60 tutup/1000 m2 ditambahkan air secukupnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, POC NASA diganti SUPERNASA caranya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter sebagai larutan induk, kemudian ambil 50 liter air dan tambahkan 200 cc larutan induk tadi.Setelah itu siramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA bisa untuk 1000-2000 m2

        PEMBERIAN NATURAL GLIO
        Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu tebarkan Natural GLIO yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu. 1 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk luasan sekitar 1000 m2.

        PEMASANGAN MULSA
        Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.

        PEMBUATAN LUBANG TANAM
        Diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 - 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.

        CARA PENANAMAN
        Pindahkan bibit beserta medianya, sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag.

        PENYULAMAN
        Penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram.

        PENYIANGAN
        Penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman

        PEMANGKASAN
        Dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.

        PEMUPUKAN SUSULAN
        Pupuk diberikan pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.

        PENGGUNAAN POC NASA + HORMONIK
        Semprotkan (3-4 tutup POC NASA) + (1-2 tutup HORMONIK) per-tangki 14 liter setelah 2 bulan dengan interval 7-10 hari sekali.

        PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT  H A M A
        a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
        Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.

        b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp)
        Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.

        c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)
        Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

        PENYAKIT
        a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
        Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

        b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer )
        Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh.
        Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.

        c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
        Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan.
        Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman, berikan Natural GLIO pada awal penanaman.

        d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
        Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah.
        Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, campurkan Natural GLIO pada awal penanaman.
        Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

        PANEN
        Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah.Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.

ANALISA USAHA
Asumsi
Perkiraan analisis budidaya 1 hektar stroberi selama 2 tahun dengan jarak tanam 50 x 40 cm mengunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP).
URAIAN
JUMLAH
A. Biaya produksi


     1. Sewa tanah selama 2 tahun
Rp.
5.000.000,-
     2. Bibit 50.000 anakan @ 1.000,-
Rp.
50.000.000,-
     3. Pupuk dan kapur


         - pupuk kandang 30 ton @ 150.000,-
Rp.
4.500.000,-
         - Urea: 2 x 200 kg @ 1.500,-
Rp.
600.000,-
         - SP-36: 2 x 250 kg @ 1.800,-
Rp.
900.000,-
         - KCl: 2 x 100 kg @ 1.800,-
Rp.
360.000,-
         - Kapur: 4 ton @ 400.000
Rp.
1.600.000,-
         - Pupuk daun: 20 kg @ 20.000
Rp.
400.000,-
     4. Pestisida 20 kg
Rp.
1.300.000,-
     5. Peralatan dan bangunan


         - Mulsa plastik 20 rol @ 300.000,-
Rp.
6.000.000,-
         - Alat pertanian
Rp.
1.250.000,-
         - Gubug 1 unit
Rp.
1.000.000,-
     6. Tenaga kerja


         - Pengolahan tanah, buat bedeng: 150 HKP @ Rp.7.500,-
Rp.
1.125.000,-
         - Pupuk, kapur dan pasang mulsa 50 HKP
Rp.
375.000,-
         - Penanaman 10 HKP + 30 HKW (@ 5.000)
Rp.
225.000,-
         - Pemeliharaan 2 tahun 80 HKP + 100 HKW
Rp.
1.100.000,-
         - Gaji pekebun 2 orang selama 2 tahun
Rp.
12.000.000,-
     7. Panen dan pascapanen


         - Panen dan pasca panen 100 HKP + 200 HKW
Rp.
1.750.000,-
     8. Lain-lain : Pajak dan iuran
Rp.
500.000,-
Jumlah biaya produksi
Rp.
89.985.000,-
B. Produksi 1 th/ha: 0,45 kg/tahun x 40.000 tanaman x 5.500,-
Rp.
198.000.000,-
C. Keuntungan selama 2 tahun
Rp.
108.015.000,-
D. Keuntungan per tahun
Rp.
54.007.500,-

Minggu, 06 Mei 2012

Peluang Usaha Distro



PROSPEK USAHA

Pola dan gaya hidup perkotaan merangsang kegiatan ekonomi guna mengantisipasi pemenuhan kebutuhan dan perubahan yang cepat dari gaya hidup masyarakat perkotaan.  Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan fashion dan aksesoris gaya tampilan masyarakat kota. Distro atau distribution outlet adalah tempat untuk menjual berbagai produk fashion dan aksesoris buatan lokal (local clothing company) yang terbatas dengan harga terjangkau. Barang-barang yang dijual di tempat ini terdiri atas t-shirt, tas, dompet, topi, jaket, baju, dan sebagainya. Pada dasarnya distro menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat agar gaya hidupnya dapat berbeda dan terpenuhi. Berani tampil beda dan bergaya.

Secara ekonomis dan financial, perputaran uang pada usaha distro sangat cepat, karena usaha ini sangat berkait erat dengan gaya hidup anak muda yang selalu mengikuti trend/mode. Dengan besarnya potensi kawula muda pada fashion, maka pasar distro juga terbuka lebar karena populasi anak muda relatif cukup besar. Distro pada dasarnya menyediakan kebutuhan kawula muda, sehingga meskipun distro belum tentu memperoleh pendapatan yang tetap atau tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi daya beli kawula muda yang terus ada dan cukup lumayan membuat usaha distro memberi peluang yang cukup besar.  Kepastian daya beli kawula muda yang tetap inilah yang menjadi peluang utama distro banyak dilirik para pebisnis.
               

TIPS KEBERHASILAN USAHA
               
Untuk memulai usaha distro perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah

    Memilih lokasi yang strategis dan tata ruang yang nyaman, sesuai dengan gaya hidup dan ciri khas anak muda. Lokasi strategis mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan dalam berbelanja atau tata ruang yang dapat dinikmati atau menunggu.  Selain itu, akan lebih memberi nilai tinggi, jika lokasi distro ditunjang oleh lahan parkir yang nyaman, luas dan memadai.
 Mencari informasi mengenai  beberapa perusahaan produsen pakaian/garment atau fashion dan clothing company yang memungkinkan dapat menjadi pemasok barang-barang jualan pada distro secara khas dan rutin.
Memfokuskan diri pada usaha penjualan barang-barang yang mudah laku dan cepat laku atau fast moving product.  Beberapa produk ini meliputi pakaian, T-shirt atau beberapa barang unik yang jarang ditemukan  pada distro lain atau spesifik dan khas hanya ada pada distro.
 Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama saudara, kerabat, atau teman yang dapat dipercaya untuk mengelola dan mengembangkan distro bersama-sama. Kerjasama dilakukan atas dasar kebersamaan, soliditas, saling pengertian, saling berbagi, saling memberi manfaat dan saling menguntungkan.
 Senantiasa mencari informasi produk, harga, dan kualitas layanan terbaik sesuai dengan trend dan terkini, serta melakukan pembaharuan terhadap jenis dan macam produk-produk yang digemari anak muda dan menjadi gaya masa kini. Sadar dan punya pengetahuan terhadap mode menjadi kewajiban penting yang menjadi ciri khas pengelola distro disamping meningkatkan pelayanan prima.

    Pelaku usaha distro perlu mengembangkan dan membangun jaringan yang lebih baik serta menciptakan citra positif dari pelanggan mengenai produk yang dihasilkan atau dijual di distronya. Dengan kata lain, produk dan tingkat layanan akan membangun citra distro dengan brand awareness pelanggan.
 
FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

    Usaha  distro memerlukan kesungguhan, kegigihan dan kejelian dalam memanfaatkan peluang yang ada maupun mencari celah baru inovasi produk dan pemasarannya. Beberapa hambatan atau kendala nyata akan terjadi, di antaranya:
        Adanya kecenderungan menurunnya produksi dari jenis produk tertentu yang dihasilkan oleh clothing company (distributor),  berakibat pada terhambatnya jumlah pasokan barang yang dibutuhkan, sementara pelanggan telah memiliki citra yang baik (fanatisme) terhadap produk yang dijual distro.
        Semakin menjamurnya usaha distro sejenis pada lokasi yang hampir berdekatan menyebabkan ketatnya persaingan.
        Perlu kehati-hatian dan perhitungan yang matang dalam menyeleksi barang dari perusahaan pakaian/aksesoris yang kurang dikenal oleh para pelanggan.  Karena keadaan ini akan menghambat perputaran uang dari usaha distro dan akan memperlambat lakunya suatu barang.
        Jangan membuat patokan harga yang terlampau mahal, karena akan melemahkan daya saing.
        Pengelolaan usaha distro yang tidak profesional akan menyebabkan kebangkrutan usaha.


TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Usaha distro termasuk usaha yang menguntungkan dan menjanjikan nilai tambah yang relatif besar. Namun demikian, agar usaha distro tetap bisa bertahan dan berkelanjutan, bahkan menjadi serius seperti halnya bisnis lainnya, ada beberapa hal yang di lakukan, yaitu sebagai berikut :

    Merancang bangun manajemen usaha yang baik. Jika ingin menjadi usaha dalam skala besar, maka tidaklah cukup mengandalkan manajemen dan pembukuan apa adanya atau sekadarnya saja, atau tidak cukup hanya sebatas pertemanan atau saling percaya. Adanya perubahan usaha dan tantangan usaha distro yang cepat membutuhkan perencanaan usaha yang mantap dan  antisipatif terhadap perubahan pasar dan perkembangan waktu.  Usaha distro membutuhkan perubahan pengelolaan yang cepat dan responsif sehingga perencanaan usahanya tidak hanya sebatas go with the flow, tetapi dengan berjalannya waktu strategi usahanya bisa berubah, sehingga sangatlah penting untuk membuat perencanaan bisnis yang solid dan kuat secara teliti untuk jangka panjang.

    Usaha distro memerlukan kerangka pikir dan aksi tindak yang cepat professional dan berwawasan ke depan. Kejelian,responsive, dan antisipatif terhadap perubahan selera pelanggan disertai cara berpikir yang cepat-sistematis dan bertindak secara professional dibutuhkan untuk mementukan arah usaha distro yang dibangun dan akan dikembangkan. UMKM dapat melakukan kajian ulang terhadap usaha distro yang tengah dilakukan saat ini. Misalnya, dengan membuat pertanyaan untuk menilai diri sendiri, diantaranya adalah sudah sampai pada tahap manakah usaha distro dilakukan? Apakah sasaran target pembelinya sudah tepat dan tercapai ? Apakah nama distro telah mencerminkan kualitas produk dan layanan usaha distro, apakah nama distro dapat  mudah diingat dan cocok dengan tema gaya dan trend yang dijual? Apakah lokasi yang sekarang digunakan sudah cukup strategis dan memadai?
 Melakukan upaya promosi menggunakan media informasi yang tepat seperti spanduk, billboard, leaflet atau brosur. Media menyediakan dan menyajikan informasi profduk dan layan distro. Informasi ini diharapkan dapat menyebar ke berbagai lokasi pelanggan termasuk di sekolah, kampus, atau tempat-tempat keramaian dan nongkronya anak muda.
 Membuat rancangan display barang yang menarik dan tata ruang distro yang bergaya dan beraroma gaya hidup kawula muda. Selain itu, di lokasi distro dapat pula memutar lagu musik , kesenian agar menarik dan menyenangkan, serta member kenyamanan pelanggan dalam berbelanja di distro tersebut

ASPEK LEGALITAS

Izin usaha yang dipunyai oleh pemilik distro berdasarkan tempat usaha adalah izin Mendirikan Bangunan (IMB), berdasarkan jenis usaha  adalah, Izin Sementara Usaha Pariwisata dan Izin Tetap Usaha Pariwisata, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau minimal Izin Gangguan (HO);Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).  Adapun izin yang berhubungan bentuk usahanya juga harus dipersiapkan saat akan mengajukan izin. Beberapa dokumen yang harus ada untuk usaha perorangan :

    KTP, jika ini merupakan usaha perorangan;
    Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir;
    Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
    Surat Pengantar dari Kecamatan untuk pengurus  HO dan SITU ke Dinas Perizinan;
    Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat.

Jika kita tertarik untuk memulai bisnis ini, kita tidak perlu memakai ruang­an yang besar, tetapi cukup seukuran garasi atau mini market karena barang yang dijual terbatas dan segmentasinya hanya untuk anak muda. Lokasi usaha pun diusahakan di daerah dekat tempat anak muda biasa nongkrong atau dekat lokasi keramaian lainnya.

ANALISA USAHA

Untuk menjalankan usaha distro, diperlukan beberapa pemahaman pembiayaan dan kemungkinan pendapatan yang diperoleh. Berikut adalah contoh analisis usaha yang dapat dijadikan gambaran awal dari usaha distro.
Beberapaasumsi dalam pembiayaaan usaha distro adalah bahwa peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan nilai residu peralatan sebesar Rp 10.000,00 atas dasar perthitungan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.500.000,00 – Rp 10.000,00) / 4 = Rp 824.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.729,00 per bulan
Modal Awal: Peralatan:

Hanger + rak lemari display
Rp    2.000.000,00
Meja + kursi cashier
Rp       300.000,00
Pemutar musik MP3 + speaker
Rp    1.000.000,00 
Jumlah                    
Rp    3.300.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.300.000,00 – Rp 1.000,00) / 4 = Rp 824.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.729,00 per bulan.
Barang dagangan awal

(kaus, tas, topi, dan lain lain)
Rp    2.500.000,00
Renovasi tempat usaha + desain interior
Rp    2.500.000,00
Perlengkapan:

Promosi                      
Rp       300.000,00
Kantong plastik (cetak)                                          
Rp       100.000,00
Plastik
Rp         50.000,00
Kalkulator
Rp         75.000,00
ATK
Rp         50.000,00
Jumlah
Rp       575.000,00

Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan

Pendapatan:

Pemasukan dari beragam barang yang terjual
Rp 250.000,00 x 30 hari
Rp    7.500.000,00
Biaya-biaya:

Sewa tempat                                                           
Rp       500.000,00
Listrik                                                                       
Rp       250.000,00
Harga pokok barang                                              
Rp    2.500.000,00
Transportasi                                                            
Rp       200.000,00
Upah pegawai                                                         
Rp       650.000,00
Biaya perlengkapan                                               
Rp       575.000,00
Biaya penyusutan peralatan                                  
Rp         72.708,00
Jumlah biaya                                                           
Rp    4.947.708,00
Laba Bersih                                                           
Rp    2.552.292,00