Tampilkan postingan dengan label Modal Sedang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modal Sedang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Peluang Usaha Distro



PROSPEK USAHA

Pola dan gaya hidup perkotaan merangsang kegiatan ekonomi guna mengantisipasi pemenuhan kebutuhan dan perubahan yang cepat dari gaya hidup masyarakat perkotaan.  Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan fashion dan aksesoris gaya tampilan masyarakat kota. Distro atau distribution outlet adalah tempat untuk menjual berbagai produk fashion dan aksesoris buatan lokal (local clothing company) yang terbatas dengan harga terjangkau. Barang-barang yang dijual di tempat ini terdiri atas t-shirt, tas, dompet, topi, jaket, baju, dan sebagainya. Pada dasarnya distro menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat agar gaya hidupnya dapat berbeda dan terpenuhi. Berani tampil beda dan bergaya.

Secara ekonomis dan financial, perputaran uang pada usaha distro sangat cepat, karena usaha ini sangat berkait erat dengan gaya hidup anak muda yang selalu mengikuti trend/mode. Dengan besarnya potensi kawula muda pada fashion, maka pasar distro juga terbuka lebar karena populasi anak muda relatif cukup besar. Distro pada dasarnya menyediakan kebutuhan kawula muda, sehingga meskipun distro belum tentu memperoleh pendapatan yang tetap atau tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi daya beli kawula muda yang terus ada dan cukup lumayan membuat usaha distro memberi peluang yang cukup besar.  Kepastian daya beli kawula muda yang tetap inilah yang menjadi peluang utama distro banyak dilirik para pebisnis.
               

TIPS KEBERHASILAN USAHA
               
Untuk memulai usaha distro perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah

    Memilih lokasi yang strategis dan tata ruang yang nyaman, sesuai dengan gaya hidup dan ciri khas anak muda. Lokasi strategis mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan dalam berbelanja atau tata ruang yang dapat dinikmati atau menunggu.  Selain itu, akan lebih memberi nilai tinggi, jika lokasi distro ditunjang oleh lahan parkir yang nyaman, luas dan memadai.
 Mencari informasi mengenai  beberapa perusahaan produsen pakaian/garment atau fashion dan clothing company yang memungkinkan dapat menjadi pemasok barang-barang jualan pada distro secara khas dan rutin.
Memfokuskan diri pada usaha penjualan barang-barang yang mudah laku dan cepat laku atau fast moving product.  Beberapa produk ini meliputi pakaian, T-shirt atau beberapa barang unik yang jarang ditemukan  pada distro lain atau spesifik dan khas hanya ada pada distro.
 Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama saudara, kerabat, atau teman yang dapat dipercaya untuk mengelola dan mengembangkan distro bersama-sama. Kerjasama dilakukan atas dasar kebersamaan, soliditas, saling pengertian, saling berbagi, saling memberi manfaat dan saling menguntungkan.
 Senantiasa mencari informasi produk, harga, dan kualitas layanan terbaik sesuai dengan trend dan terkini, serta melakukan pembaharuan terhadap jenis dan macam produk-produk yang digemari anak muda dan menjadi gaya masa kini. Sadar dan punya pengetahuan terhadap mode menjadi kewajiban penting yang menjadi ciri khas pengelola distro disamping meningkatkan pelayanan prima.

    Pelaku usaha distro perlu mengembangkan dan membangun jaringan yang lebih baik serta menciptakan citra positif dari pelanggan mengenai produk yang dihasilkan atau dijual di distronya. Dengan kata lain, produk dan tingkat layanan akan membangun citra distro dengan brand awareness pelanggan.
 
FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

    Usaha  distro memerlukan kesungguhan, kegigihan dan kejelian dalam memanfaatkan peluang yang ada maupun mencari celah baru inovasi produk dan pemasarannya. Beberapa hambatan atau kendala nyata akan terjadi, di antaranya:
        Adanya kecenderungan menurunnya produksi dari jenis produk tertentu yang dihasilkan oleh clothing company (distributor),  berakibat pada terhambatnya jumlah pasokan barang yang dibutuhkan, sementara pelanggan telah memiliki citra yang baik (fanatisme) terhadap produk yang dijual distro.
        Semakin menjamurnya usaha distro sejenis pada lokasi yang hampir berdekatan menyebabkan ketatnya persaingan.
        Perlu kehati-hatian dan perhitungan yang matang dalam menyeleksi barang dari perusahaan pakaian/aksesoris yang kurang dikenal oleh para pelanggan.  Karena keadaan ini akan menghambat perputaran uang dari usaha distro dan akan memperlambat lakunya suatu barang.
        Jangan membuat patokan harga yang terlampau mahal, karena akan melemahkan daya saing.
        Pengelolaan usaha distro yang tidak profesional akan menyebabkan kebangkrutan usaha.


TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Usaha distro termasuk usaha yang menguntungkan dan menjanjikan nilai tambah yang relatif besar. Namun demikian, agar usaha distro tetap bisa bertahan dan berkelanjutan, bahkan menjadi serius seperti halnya bisnis lainnya, ada beberapa hal yang di lakukan, yaitu sebagai berikut :

    Merancang bangun manajemen usaha yang baik. Jika ingin menjadi usaha dalam skala besar, maka tidaklah cukup mengandalkan manajemen dan pembukuan apa adanya atau sekadarnya saja, atau tidak cukup hanya sebatas pertemanan atau saling percaya. Adanya perubahan usaha dan tantangan usaha distro yang cepat membutuhkan perencanaan usaha yang mantap dan  antisipatif terhadap perubahan pasar dan perkembangan waktu.  Usaha distro membutuhkan perubahan pengelolaan yang cepat dan responsif sehingga perencanaan usahanya tidak hanya sebatas go with the flow, tetapi dengan berjalannya waktu strategi usahanya bisa berubah, sehingga sangatlah penting untuk membuat perencanaan bisnis yang solid dan kuat secara teliti untuk jangka panjang.

    Usaha distro memerlukan kerangka pikir dan aksi tindak yang cepat professional dan berwawasan ke depan. Kejelian,responsive, dan antisipatif terhadap perubahan selera pelanggan disertai cara berpikir yang cepat-sistematis dan bertindak secara professional dibutuhkan untuk mementukan arah usaha distro yang dibangun dan akan dikembangkan. UMKM dapat melakukan kajian ulang terhadap usaha distro yang tengah dilakukan saat ini. Misalnya, dengan membuat pertanyaan untuk menilai diri sendiri, diantaranya adalah sudah sampai pada tahap manakah usaha distro dilakukan? Apakah sasaran target pembelinya sudah tepat dan tercapai ? Apakah nama distro telah mencerminkan kualitas produk dan layanan usaha distro, apakah nama distro dapat  mudah diingat dan cocok dengan tema gaya dan trend yang dijual? Apakah lokasi yang sekarang digunakan sudah cukup strategis dan memadai?
 Melakukan upaya promosi menggunakan media informasi yang tepat seperti spanduk, billboard, leaflet atau brosur. Media menyediakan dan menyajikan informasi profduk dan layan distro. Informasi ini diharapkan dapat menyebar ke berbagai lokasi pelanggan termasuk di sekolah, kampus, atau tempat-tempat keramaian dan nongkronya anak muda.
 Membuat rancangan display barang yang menarik dan tata ruang distro yang bergaya dan beraroma gaya hidup kawula muda. Selain itu, di lokasi distro dapat pula memutar lagu musik , kesenian agar menarik dan menyenangkan, serta member kenyamanan pelanggan dalam berbelanja di distro tersebut

ASPEK LEGALITAS

Izin usaha yang dipunyai oleh pemilik distro berdasarkan tempat usaha adalah izin Mendirikan Bangunan (IMB), berdasarkan jenis usaha  adalah, Izin Sementara Usaha Pariwisata dan Izin Tetap Usaha Pariwisata, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau minimal Izin Gangguan (HO);Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).  Adapun izin yang berhubungan bentuk usahanya juga harus dipersiapkan saat akan mengajukan izin. Beberapa dokumen yang harus ada untuk usaha perorangan :

    KTP, jika ini merupakan usaha perorangan;
    Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir;
    Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
    Surat Pengantar dari Kecamatan untuk pengurus  HO dan SITU ke Dinas Perizinan;
    Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat.

Jika kita tertarik untuk memulai bisnis ini, kita tidak perlu memakai ruang­an yang besar, tetapi cukup seukuran garasi atau mini market karena barang yang dijual terbatas dan segmentasinya hanya untuk anak muda. Lokasi usaha pun diusahakan di daerah dekat tempat anak muda biasa nongkrong atau dekat lokasi keramaian lainnya.

ANALISA USAHA

Untuk menjalankan usaha distro, diperlukan beberapa pemahaman pembiayaan dan kemungkinan pendapatan yang diperoleh. Berikut adalah contoh analisis usaha yang dapat dijadikan gambaran awal dari usaha distro.
Beberapaasumsi dalam pembiayaaan usaha distro adalah bahwa peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan nilai residu peralatan sebesar Rp 10.000,00 atas dasar perthitungan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.500.000,00 – Rp 10.000,00) / 4 = Rp 824.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.729,00 per bulan
Modal Awal: Peralatan:

Hanger + rak lemari display
Rp    2.000.000,00
Meja + kursi cashier
Rp       300.000,00
Pemutar musik MP3 + speaker
Rp    1.000.000,00 
Jumlah                    
Rp    3.300.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 3.300.000,00 – Rp 1.000,00) / 4 = Rp 824.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 87.729,00 per bulan.
Barang dagangan awal

(kaus, tas, topi, dan lain lain)
Rp    2.500.000,00
Renovasi tempat usaha + desain interior
Rp    2.500.000,00
Perlengkapan:

Promosi                      
Rp       300.000,00
Kantong plastik (cetak)                                          
Rp       100.000,00
Plastik
Rp         50.000,00
Kalkulator
Rp         75.000,00
ATK
Rp         50.000,00
Jumlah
Rp       575.000,00

Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan

Pendapatan:

Pemasukan dari beragam barang yang terjual
Rp 250.000,00 x 30 hari
Rp    7.500.000,00
Biaya-biaya:

Sewa tempat                                                           
Rp       500.000,00
Listrik                                                                       
Rp       250.000,00
Harga pokok barang                                              
Rp    2.500.000,00
Transportasi                                                            
Rp       200.000,00
Upah pegawai                                                         
Rp       650.000,00
Biaya perlengkapan                                               
Rp       575.000,00
Biaya penyusutan peralatan                                  
Rp         72.708,00
Jumlah biaya                                                           
Rp    4.947.708,00
Laba Bersih                                                           
Rp    2.552.292,00

Peluang Usaha Boneka


PROSPEK USAHA

Sejalan dengan perkembangan jaman, gaya hidup dan kebutuhan aktualisasi, boneka adalah salah satu produk yang banyak diminati masyarakat mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang dewasa.  Boneka banyak digemari oleh anak-anak kecil, remaja putri bahkan ibu-ibu. Biasanya, boneka berbentuk hewan, manusia, buah-buahan, tokoh kartun, atau bentuk lain-lain. Anak-anak sangat suka memainkannya, apalagi jika boneka yang dimilikinya sangat lucu dan menggemaskan.
Beberapa keunggulan dari usaha boneka adalah mampu bertahan karena produk ini digemari oleh berbagai tingkatan kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, gadis, dan ibu-ibu. Usaha produk boneka  masih cukup terbuka dengan rentang volum penjualan dari puluhan juta rupiah sampai ratusan juta rupiah.
               
 Usaha boneka akan lebih menarik, jika dilengkapi  pula atau berdekatan dengan sarana bermain anak dan kebutuhan keluarga yang bersifat estetik, misalnya perhiasan diri, tas sekolah, kerajinan. Arena bermain disediakan untuk  melepas kepenatan setelah berbelanja dan menikmati  suasana nyaman bagi anak-anak dan keluarga.
Angka kebutuhan pasar dari berbagai kalangan konsumen terhadap boneka dikarenakan tingginya peminat dan pengemar boneka, bahkan semakin bertambah permintaannya sejalan dengan bertambahnya penduduk. Toko boneka relatif mudah dibuka, sehingga dalam usaha boneka  ini sangat berpeluang bagi UMKM untuk mendapatkan keuntunqan sangatlah besar. Salah satu hal penting dalam usaha boneka ini adalah menjalin hubungan dan jaringan bisnis yang kuat, sehingga pemasokan produk dengan berbagai variasi produk boneka lebih terjamin dan mendukung jaringan pasar yang lebih mapan.  Kekuatan jaringan pasar ini akan sangat membantu dalam kombinasi produk dan harga boneka, sehingga mendukung perluasan pangsa pasar  terhadap produk boneka yang dijual. Untuk rnembuka usaha ini, terdapat hal penting yang cukup serius perlu dipertimbangkan yaitu memiliki relasi yang balk dengan pemasok bahan/supplier atau produsen boneka lokal yang produknya berkualitas.

TIPS KEBERHASILAN USAHA
               
 Usaha boneka menjanjikan keuntungan yang cukup besar dengan resiko yang relatif kecil, tetapi terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan agar usaha ini dapat berhasil dan menguntungkan, yaitu sebagai berikut:

    Memilih  lokasi di tempat yang ramai dan dikunjungi oleh konsumen dari berbagai kalangan, anak-anak, remaja, ibu-ibu.
    Mencari pemasok boneka berkualitas yang baik dan dapat menyediakan secara kontinyu kebutuhan pasokan boneka.
Mengatur tata letak produk boneka dan dekorasi sedemikian rupa, sehingga menarik bagi pelanggan. Lakukan kombinasi penempatan boneka berdasarkan jenis dan harga.  Dekatkan boneka pada rak yang menarik yang mudah dilihat dan dijangkau, terutama untuk anak-anak dan ibu-ibu.
    Melakakukan upaya promosi agar pelanggan saat datang ke toko boneka dengan berbagai bentuk informasi dan media promosi.
    Selalu bersikap ramah kepada pengunjung dan memberikan informasi tentang produk boneka dan harganya. Buatlah konsumen nyaman di dalam toko, sehingga mereka melakukan pembelian boneka.


FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

    Dalam menjalankan usaha toko boneka, terdapat beberapa hambatan yang mungkin ditemui.  Hambatan atau kendala ini menjadi tantangan usaha toko boneka diantaranya adalah:
        Pelanggan yang  bervariasi berkonsekuensi pula pada variasi cara pelayanannya, sehingga karyawan penunggu toko yang melayani pelanggan dari berbagai tingkatan kalangan harus mampu menyesuaikan diri dengan konsumen.  Karyawan harus memiliki sikap ramah dan menarik minat membeli produk boneka, atau paling tidak menarik banyak pembeli masuk ke toko, yang pada akhirnya membeli boneka yang disajikan.
        Jika pembeli yang datang ke toko sedikit, maka omzet penjualan pun akan sedikit pula. Menarik minat berbagai kalangan seperti anak-anak, remaja, ibu-ibu agar mau tahu keberadaan toko, selanjutnya masuk ke toko dan membuat nyaman konsumen di dalam toko menjadi faktor kritis yang perlu diperhatikan oleh pemilik toko boneka maupun para karyawan dalam melayani konsumen hingga mereka mau membeli boneka.
Harga yang ditawarkan harus sesuai dengan produk kualitas boneka. Pembeli akan merasa enggan untuk masuk ke toko, apalagi membeli boneka, karena menganggap bahwa harga boneka yang dinilai terlalu mahal. Untuk itu, sangat penting memperkenalkan macam, jenis, corak dan asal produk boneka yang ditawarkan kepada konsumen dengan tingkat harga dan kualitasnya yang dipahami oleh pembeli.


TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Guna menjalankan usaha boneka yang lebih efektif dan menguntungkan, pada pada dasarnya perlu memperhatikan kombinasi strategi pemasaran dan efektivitas pelayanan.  Strategi pemasaran boneka ini menyangkut tingkat harga, produk (berdasarkan jenis, corak, asal),  maka berikut ini diberikan beberapa strategi yang dapat diterapkan agar usaha boneka dapat lebih  lancar , menguntungkan, dan sukses.
Mencari barang murah agar Anda dapat menjuel boneka dengan harga yang tidak terlalu mahal sehingga pembell pun akan semakin banyak. Informasi harga senantiasa tersaji pada boneka atau harga mudah diketahui oleh pengunjung toko boneka.
    Memperbanyak barang boneka pajangan dengan berbagai variasi bentuk dan model boneka pada display toko. Dengan begitu, calon pembeli akan berminat untuk masuk dan melihat banyaknya pilihan barang boneka yang dijual, memilih boneka yang tersedia, dan akhirnya konsumen yang selanjutnya membeli boneka.
    Usaha boneka bersifat aktual dan kreatif, sehingga usaha ini sebaiknya harus selalu memperhatikan kecenderungan dunia boneka baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Hal ini sangat penting dilakukan agar produk boneka yang dijual di toko Anda tidak ketinggalan zaman dan semakin dikenal serta diminat terus oleh para pelanggan.

Boneka sebaiknya senantiasa terlihat bersih dan menarik bagi para pengunjung. Harga dari setiap jenis boneka dapat ditempelkan pada pembungkus boneka atau didisplay secara jelas bagi para pembeli.


ASPEK LEGALITAS

Izin usaha yang dipunyai oleh pemilik toko boneka berdasarkan tempat usaha adalah izin Mendirikan Bangunan (IMB), berdasarkan jenis usaha  adalah, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau minimal Izin Gangguan (HO);Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).  Adapun izin yang berhubungan bentuk usahanya juga harus dipersiapkan saat akan mengajukan izin. Beberapa dokumen yang harus ada untuk usaha perorangan :

        KTP, jika ini merupakan usaha perorangan;
        Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir;
        Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
        Surat Pengantar dari Kecamatan untuk mengurus  HO dan SITU ke Dinas Perizinan;
        Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat.


ANALISA USAHA
Investasi awal:


Sewa tempat
Rp
12,000,000.00
Koleksi boneka
Rp
4,000,000.00
Peralatan toko:
Rp

Rak susun dan etalase kaca
Rp
 4,000,000.00
Papan reklame toko
Rp
                300,000.00
Jumlah peralatan toko
Rp
 4,300,000.00
Jumlah modal awal
Rp
          20,300,000.00



Perhitungan laba/rugi per bulan





Penjualan satu bulan:


4 boneka x Rp80.000,00 x 30 hari
Rp
            9,600,000.00
Harga pokok boneka satu bulan:


Harga beli boneka
Rp
        4,800,000.00
Laba kotor satu bulan
Rp
            4,800,000.00



Biaya umum dan lain-lain satu bulan:


Sewa toko : Rp 12.000.000,00 / 12 bulan
Rp
            1,000,000.00
Perlengkapan toko
Rp
                450,000.00
Gaji 1 karyawan
Rp
                900,000.00
Penyusutan
Rp
                  70,000.00
Biaya listrik dan umum lainnya
Rp
                100,000.00
Jumlah
Rp
        2,520,000.00
Laba bersih satu bulan
Rp
            2,280,000.00

sumber www.sentrakukm.com

Jumat, 04 Mei 2012

Peluang Usaha Ayam Bakar


PROSPEK USAHA


Ayam bakar banyak digemari.  Namun, kebanyakan orang lebih memilih membeli daripada membuat sendiri makanan ini.  Alasannya, tidak ingin repot maupun karena tidak memiliki alat pemanggang.  Kondisi ini memberikan peluang bagi yang ingin membuka usaha ayam bakar.

Ayam bakar terdiri atas beberapa jenis. Antara lain ayam bakar mentega, ayam bakar rica-rica, ayam bakar taliwang, dan ayam bakar paniki. Salah satu yang terkenal dan banyak dijual di pinggir jalan menggunakan gerobak adalah ayam bakar. Agar memiliki keunggulan, pastikan ayam bakar yang dijual memiliki ciri khas, terutama bumbu dan sambalnya

Lokasi Usaha
Lokasi usaha ayam bakar harus mudah terlihat dan banyak dilewati kendaraan bermotor dan memiliki tempat parkir yang memadai. Misalnya di pinggir jalan besar dan banyak pedagang makanan lain.
Pastikan belum ada yang berdagang ayam bakar di sekitar lokasi yang akan ditempati. Biasanya ada aturan tidak tertulis antar pedagang untuk tidak berdagang di lokasi yang berdekatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut konsumen.

Perlengkapan Usaha dan Karyawan
Perlengkapan usaha yang dibutuhkan untuk berdagang ayam bakar antara lain gerobak atau etalase, alat pemanggang, dan panci. Peralatan makan dan meja 'kursi dapat disediakan, meskipun biasanya orang membeli ayam bakar untuk dinikmati di rumah.
Satu orang tenaga kerja cukup untuk menjalankan usaha ini. Namun, pada saat ramai seperti akhir pekan jumlah pekerja harus ditambah. Usaha ayam bakar yang mulai berkembang dapat mempekerjakan 2-3 orang karyawan.

Promosi
Promosi usaha ini antara lain melalui "ciri khas" yang selalu dihadirkan penjual ayam bakar, yaitu ayam yang digantung di etalase atau gerobak. Ciri khas ini dapat langsung memberi informasi kepada orang yang lewat di sekitar tempat usaha mengenai jenis makanan yang dijual. Spanduk juga berguna sebagai sarana promosi. Tidak kalah penting, aroma asap yang muncul saat ayam dibakar dapat menjadi pendorong orang untuk membeli.

Penetapan Harga
Harga jual satu ekor ayam bakar sekitar Rp. 27.000 - Rp. 32.000. Setengah ekor ayam bakar dapat dijual Rp15.000. Sementara, per potong ayam bakar (satu ekor dipotong menjadi empat) dapat dijual Rp 7.500—Rp 9.000 per potong.

TIPS KEBERHASILAN USAHA

Untuk menjalankan usaha ini terdapat beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah


1. Gunakan Merek Khusus, Unik, Singkat, dan Mudah diingat
Sejak hari pertama usaha dijalankan sebaiknya sudah ada spanduk atau papan nama berisi nama usaha dan jenis ayam bakar yang dijual. Gunakan nama yang unik dan singkat agar mudah diingat. Misalnya 'Ayam Bakar Super Top " atau "Ayam Bakar Luar Biasa"., dan nama dagang lainnya yang mudah diingat dan menjadi cirri khas produk ayam bakar yang kita buat/sajikan
 
2. Gunakan Penerangan yang Memadai
Ayam bakar biasa dijual mulai sore hari hingga tengah malam. Pada -malam hari penerangan sangat berperan agar tempat usaha kita terlihat mencolok. Lampu yang cukup terang ditambah papan nama yang mengkapi lampu (dapat juga menggunakan lampu berwarna-warni) nenjadi daya tarik tersendiri.

3. Buat Bumbu dan Sambal Seenak Mungkin
Bagi usaha ayam bakar yang baru dijalankan, rasa menjadi faktor utama keberhasilan dari sisi produk. Buatlah bumbu ungkep (bumbu yang diberikan pada ayam sebelum dibakar) dan sambal seenak mungkin bumbu dan sambal menjadi pembeda antara ayam bakar dan menjadi keunggulan makanan ini.

4. Citra ayam bakar sebersih Mungkin
Walaupun produk ayam bakar nampaknya hitam, namun aspek kebersihan tampilan penggunaan alat, bungkus/kemasan, dan tampilan haruslah menunjukkan bahwa pengelola usaha ayam bakar berorintasi pada kebersihan.  Perilaku dan sikap peduli kepada kebersihan produk ayam bakar dan lingkungan usahanya akan menjadi nilai tambah dan pembeda dengan produk ayam bakar lainnya, sehingga hal ini dapat menjadi keunggulan makanan ini.

5. Salah satu Resep Ayam Bakar
Bahan-bahan
1 ekor ayam, potong 8 bagian
2 buah jeruk nipis, peras airnya
400 ml santan
2 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu
5 butir bawang merah
3 slung bawang putih
4 lembar daun jeruk
3 sdm kecap manis
1 sdm garam

Cara Membuat

Rendam ayam dalam air jeruk nipis selama 30 menit. Cuci kembali hingga bersih, sisihkan.
Haluskan bawang merah dan bawang putih, lalu tumis bersama daun jeruk hingga matang.
Masukkan ayam, bolak-balik hingga berubah warna. Tambahkan kecap manis, garam, dan santan. Masak hingga kuah habis.
Bakar ayam berbumbu hingga matang.



FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

Risiko usaha ini antara lain harga bahan baku terlalu tinggi sehingga harga jual tidak bersaing. Survei harga di beberapa tempat atau pasar dapat dilakukan sesering mungkin untuk mendapatkan bahan baku dengan harga murah. Ayam yang digunakan juga harus segar agar ayam bakar yang dihasilkan berkualitas. Begitu juga dengan bumbu dan sambal. Pastikan kesegarannya terjaga dan rasanya tidak berubah.

Dampak isu penyakit flu burung, penggunaan ayam glonggongan, ayam siren (mati kemarin), atau ayam yang disembelih tidak sesuai dengan keyakinan agama tertentu dapat dihindari dengan memasang poster atau spanduk berisi informasi terkait. Pemberian informasi seperti ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen.



TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Secara teknis lokasi usaha ayam bakar sebaiknya harus mudah terlihat dan banyak dilewati oleh kendaraan bermotor. Misalnya di persimpangan jalan yang ramai dan banyak pedagang makanan lain.  Pemilihan lokasi yang tepat akan menarik minat pembeli untuk mencoba , membeli, dan menjadi pelanggan tetap.

Pastikan belum ada yang berdagang ayam bakar di sekitar lokasi yang akan ditempati. Biasanya ada aturan tidak tertulis antar pedagang untuk tidak berdagang di lokasi yang berdekatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut konsumen.

Perlengkapan usaha yang dibutuhkan untuk berdagang ayam bakar antara lain gerobak atau etalase, alat pemanggang, dan panci. Peralatan makan dan meja 'kursi dapat disediakan, meskipun biasanya orang membeli ayam bakar untuk dinikmati di rumah.

Satu orang tenaga kerja sebagai pembantu cukup untuk menjalankan usaha ini. Namun, pada saat ramai seperti akhir pekan jumlah pekerja harus ditambah. Usaha ayam bakar yang mulai berkembang dapat mempekerjakan 2-3 orang karyawan.

1. Promosi
Promosi dari mulut ke mulut terhadap rasa ayam bakar, harga, dan kebersihan merupakan promosi yang murah dan cukup efektif. Selain itu, promosi usaha ini dapat dilakukan antara lain melalui sajian "ciri khas" yang selalu dihadirkan penjual ayam bakar, yaitu ayam yang digantung di etalase atau gerobak. Ciri khas ini dapat langsung memberi informasi kepada orang yang lewat di sekitar tempat usaha mengenai jenis makanan yang dijual. Spanduk juga berguna sebagai sarana promosi. Tidak kalah penting, aroma asap yang muncul saat ayam dibakar dapat menjadi pendorong orang untuk membeli.

2. Penetapan Harga
Harga jual satu ekor ayam bakar sekitar Rp 30.000. Setengah ekor ayam bakar dapat dijual Rp15.000. Sementara, per potong ayam bakar (satu ekor dipotong menjadi empat) dapat dijual Rp 7.500—Rp 9.000.  Harga sedapat mungkin dapat dijangkau oleh pembeli terutama pelanggan tetap. Jika harga beli ayam naik, maka tidaklah selalu sejajar dengan harga jual ayam bakar, kita harus mampu mengatur ukuran ayam bakar, sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan oleh harga, hitunglah harga jual yang pas yang diterima oleh pelanggan/pembeli.

ASPEK LEGALITAS

Usaha ayam bakar relatif mudah.  Sebagaimana usaha mikro atau usaha kecil lainnya, maka legalitas usaha ini cukup sederhana, yaitu memiliki  identitas diri dan usaha.  Fotokopi Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau Surat Izin Usaha dari Kelurahan/Kecamatan/Pemda

Jika usaha ini berkembang dan menetap pada beberapa lokasi, maka beberapa dokumen yang harus ada untuk usaha perorangan :

KTP, jika ini merupakan usaha perorangan;
Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir;
Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat.

ANALISA USAHA

Analisis usaha  ini didasarkan atas beberapa asumsi, yaitu

    • Masa pakai gerobak atau etalase 3 tahun.
    • Masa pakai pemanggang ayam 2 tahun
    • Masa pakai peralatan masak, peralatan makan, dan perlengkapar lain 1 tahun
Adapun rincian analisis usaha sebagai berikut :
a. Biaya Investasi


·         Gerobak atau etalase
Rp
2,700,000.00
·         Pemanggang ayam
Rp
1,200,000.00
·         Peralatan masakan (Kompor, panci,sodet, dan saringan minyak
Rp
800,000.00
·         Perlengkapan lain (baskom dan tempat bumbu)
Rp
300,000.00
·         Total investasi
Rp
5,000,000.00
b. Biaya Operasional per Bulan


1. Biaya Tetap


·         Penyusutan gerobak atau etalase 1/36 x Rp2.700.000
Rp
75,000.00
·         Penyusutan pemanggang ayam 1/24 x Rp 1.200.000
Rp
50,000.00
·         Penyusutan peralatan masak 1/12 x Rp800.000
Rp
66,667.00
·         Penyusutan perlengkapan lain 1/12 x Rp300.000
Rp
25,000.00
·         Total biaya tetap
Rp
216,667.00
2. Biaya Variabel
·         Ayam (22 ekor x Rp20.000/ekor x 30 hari)
Rp
13,200,000.00
·         Bumbu, kecap, dan lalapan(Rp200.000/hari x 30 hari)
Rp
600,000.00
·         Arang (Rp 25.000/minggu x 4 minggu)
Rp
100,000.00
·         Listrik
Rp
100,000.00
·         Plastik dan kertas pembungkus
Rp
70,000.00
·         Keamanan dan kebersihan
Rp
60,000.00
·         Transportasi Rp 20.000/hari x 30 hari
Rp
600,000.00
·         Upah karyawan 1 orang
Rp
950,000.00
Total biaya variabel
Rp
15,680,000.00
Total biaya operasional
Rp
15,896,667.00
c.  Penjualan ayam bakar
Rp
19,800,000.00
d.  Keuntungan per Bulan
Rp
3,903,333.00